Dukung Program Pengembangan Bahasa Isyarat, Direktorat PKPLK Kemendikdasmen Berikan Bantuan Dana kepada Pusbisindo

Jakarta ā Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) menerima Bantuan Pemerintah Peningkatan Mutu Pendidikan Tahun 2026Ā dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dukungan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pengembangan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) melalui riset, dokumentasi, dan inovasi yang berkelanjutan.
Melalui bantuan tersebut, Pusbisindo akan melanjutkan upaya pengembangan Bisindo melalui riset berkala, termasuk pemetaan dan pemahaman terhadap keberagaman penggunaan Bisindo di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini penting untuk memastikan pengembangan bahasa isyarat tetap berangkat dari kebutuhan dan pengalaman masyarakat Tuli.
Selain pengembangan berbasis riset, dukungan pemerintah juga membuka peluang bagi pengembangan Bisindo melalui teknologi digital. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI)Ā untuk mendukung pengembangan dan akses terhadap kosa isyarat secara lebih luas.
Bantuan dari Direktorat PKPLK Kemendikdasmen menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peran Pusbisindo dalam pengembangan Bisindo di Indonesia. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Pusbisindo dalam menjalankan program yang berkontribusi terhadap peningkatan akses komunikasi, pendidikan, serta partisipasi masyarakat Tuli.

Dalam program Bantuan Pemerintah Peningkatan Mutu Pendidikan 2026 tersebut, dukungan juga diberikan kepada sejumlah pihak lain yang bergerak dalam peningkatan mutu pendidikan khusus seperti Yayasan Pemberdayaan Tuli-Buta Indonesia (Pelita) dan Persatuan Tunarungu Indonesia (PERTRI). Namun, bagi Pusbisindo, dukungan ini memiliki arti strategis dalam memperkuat langkah pengembangan Bisindo sebagai bagian penting dari aksesibilitas dan pendidikan yang inklusif.
Pusbisindo menyampaikan apresiasi kepada Direktorat PKPLK Kemendikdasmen atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus mengembangkan Bisindo secara kolaboratif, berbasis riset, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Tuli di Indonesia.
Dukungan terhadap pengembangan Bisindo bukan hanya investasi bagi bahasa, tetapi juga investasi bagi masa depan pendidikan dan kehidupan masyarakat Tuli yang lebih setara dan inklusif.



Komentar